Is Sri Rahayu
Selasa, 13 Juli 2010
Minggu, 19 Juli 2009
My children
Minggu, 10 Mei 2009
Penantian
Penantian panjang...
Kira-kira 18 tahun lamanya...
216 bulan...
11.232 minggu...
78.624 hari...
1.886.976 jam...
113.218.560 menit...
6.793.113.600 detik...
Lelah...letih
Ketika tiba saat pertemuan...
Kudapati takdir telah berakhir...
Kisah ini harus diakhiri...
Andai kutahu dimana takdir berada...
Kukan bertanya...
Masih adakah takdir baik untuk kita dapat...
Kunanti dan tetap kunanti...
Kira-kira 18 tahun lamanya...
216 bulan...
11.232 minggu...
78.624 hari...
1.886.976 jam...
113.218.560 menit...
6.793.113.600 detik...
Lelah...letih
Ketika tiba saat pertemuan...
Kudapati takdir telah berakhir...
Kisah ini harus diakhiri...
Andai kutahu dimana takdir berada...
Kukan bertanya...
Masih adakah takdir baik untuk kita dapat...
Kunanti dan tetap kunanti...
Selasa, 26 Agustus 2008
Takut "Sendiri"
Banyak diantara kita secara sadar atau tidak sadar merasa begitu amat sangat takut akan "sendiri". Sendiri dalam arti kata tidak memiliki banyak teman, tidak memiliki saudara, tidak memiliki pasangan. Dalam hal ini saya ingin memberikan motivasi bagi teman-teman yang merasa "sendiri" berdasarkan pengalaman pribadi. Karena saya terlahir dari orang tua yang kebetulan tidak berumur panjang. Ibu saya meninggal pada saat saya berusia 1 tahun dan ayah meninggal pada saat saya berusia 2 tahun. Sampai dengan usia 15 tahun saya berpindah-pindah tempat tinggal atau sekolah tergantung dari siapa dan dimana yang mau berbesar hati memberi tempat tinggal dan makan kepada saya. Dalam keadaan seperti itu tidak jarang saya menerima perlakuan yang menyakitkan raga dan hati. Sehingga saya merasa "sendiri". Namun kondisi yang demikian justru membuat saya lebih dekat dengan Tuhan saya yaitu Allah swt. Segala permasalahan yang mendera saya cari jawabannya di Alquran. Hal inilah yang membuka pikiran saya bahwa ternyata saya tidak "sendiri". Ada Tuhan yang tidak pernah tidur menjaga saya. Dalam perjalanannya, sejak saya berusia 15 tahun memutuskan untuk hidup mandiri sepenuhnya dengan kos, bekerja dan kembali sekolah setelah sempat berhenti selama 2 tahun untuk bekerja sebagai buruh pabrik dll yang dapat menghasilkan uang untuk modal masuk sekolah. Selanjutnya dengan keyakinan bahwa saya tidak sendiri saya bisa dengan mudah mendapatkan beberapa pekerjaan di Jakarta (melalui iklan lowongan di surat kabar) dan lembar pengumuman di gedung perkantoran dan bisa berkeliling Indonesia, bahkan sekarang bisa pindah ke D.I. Yogyakarta. Bagi teman-teman yang mengalami nasib seperti saya agar selalu optimis, berpikir positif dan semangat. Kebanyakan orang pada saat akan mencari pekerjaan berpikir pesimis karena tidak punya chanel (saudara), padahal itu hanya faktor kesekian kali dari keberhasilan yang bisa diraih. Ada juga orang yang terpaksa mengikuti jalan pikiran dan ajakan orang hanya karena tidak enak hati, takut kehilangan teman, takut dikucilkan/diasingkan padahal tidak sesuai dengan cita-cita dan aqidah yang kita pegang. Oleh sebab itu bagi teman-teman yang mungkin sedang dilanda perasaan "sendiri" agar segera bangkit untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik sesuai dengan yang kita harapkan dan Indonesia kaya akan generasi yang penuh semangat, optimis, positif thinking dan logis. Satu lagi yang perlu diingat bahwa setelah akhir dari hidup kita di dunia ini kita akan tetap "sendiri". Menghadap Tuhan kita sendiri, mempertanggungjawabkan perbuatan kita sendiri, tidak ada yang mampu menemani atau menolong kita sekalipun ayah, ibu, adik, kakak maupun tetangga. Demikian mudah-mudahan berguna bagi teman-teman pembaca.
Langganan:
Postingan (Atom)



